| REGISTER | Please Login to Access Member Area LOGIN | MEMBER AREA | LOGOUT |  

PENGENALAN INVESTASI

 

Kita coba bagi investasi ke dalam 2 macam jenis aset: aset riil dan aset finansial. Keduanya ini dapat dipertimbangkan sebagai "Kendaraan" kita menggapai tujuan keuangan kita. Yang pasti jangan lupakan satu faktor dengan nama"RISIKO" dalam berinvestasi.


Semua yang kita jalankan dalam sehari-hari pasti ada risikonya. Investasi yang tidak ada risiko hanyalah "Doa" ….hehehe tapi betul juga sih…sekecil apapun investasi kita pasti ada risiko: bisa negatif bisa positif. Makanya, kita harus kenal betul dengan jenis investasi yang akan kita pilih. "Tak kenal maka tak sayang" pepatah yang sering kita dengar.

Aset Riil adalah aset yang memiliki wujud. Contohnya apa saja? Tanah, Emas, Logam Mulia, rumah. Berinvestasi jenis-jenis ini umum dilakukan oleh masyarakat.

Aset finansial merupakan kebalikannya; tidak terlihat tetapi tetap memiliki nilai yang tinggi. Contohnya adalah instrumen pasar uang, obligasi, saham, dan reksa dana.

Instrumen pasar uang adalah surat utang jangka pendek (kurang dari 1 tahun) yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan. Gampangnya begini, misalkan Ibu A mau buka cabang warteg dan butuh modal. Ibu A coba tawarkan kepada orang untuk menanamkan modal dengan mengeluarkan yang namanya surat utang. Sebagai imbalan, si pemberi utang akan mendapatkan sejumlah bunga dari modal yang ditanamkan. Umumnya bunga ini akan dibayarkan pada akhir periode investasi tapi tergantung dengan perjanjian yang ada sebelumnya.

Contoh dari instrumen pasar uang adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia dan promissory notes. Gimana dengan risikonya? Secara umum, instrumen pasar uang memiliki tingkat risiko investasi berupa gagal membayar nilai investasi dan bunga yang sangat rendah.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan (jangka waktu utang pada obligasi adalah biasanya > 1 thn).  Obligasi diperdagangkan di pasar modal. Pembeli obligasi akan mendapatkan imbalan berupa sejumlah bunga dari nilai investasi yang kita tanamkan, lazim dikenal dengan kupon. Kupon ini umumnya dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali dalam satu tahun (kwartalan, semi annual).

Obligasi memiliki tingkat risiko investasi yang rendah, namun sedikit diatas instrumen pasar uang. Risiko yang paling besar yang dihadapi oleh Anda sebagai pemegang obligasi adalah adanya kemungkinan penerbit obligasi tidak dapat membayar kembali utangnya (default). Oleh sebab itu, makanya terdapat lembaga pemeringkat yang memberikan peringkat terhadap obligasi yang dikeluarkan untuk mengetahui seberapa besar risiko gagal bayar obligasi tersebut. Di Indonesia lembaga pemeringkat obligasi dikenal dengan namanya PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia). Turunnya BI rate membuat harga obligasi akan terkatrol.

Jadi boleh dibilang untuk tahun depan ini obligasi harusnya masih memberikan imbal hasil yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan deposito.

Next >>>
Indopremier IPOT IPOT NEWS IPOT FORUM IPOT SYARIAH IPOT ATM